Carut Marut Lukisan Abstrak Negeriku Kini

Viralkan.id – Isu-isu politik, kesukuan, ras dan antar golongan saat ini kerap mewarnai HeadLine di beragai media nasional, baik media cetak, media elektronik maupun media online. Isu politik di warnai dengan adanya pilkada beberapa waktu lalu yang terjadi hampir di seluruh kota yang ada di Indonesia. Pergesekan politik secara tidak langsung ikut diwarnai dengan berbagai macam polemik, baik berupa isu sara maupun propaganda-propaganda yang “lazim” terjadi manakala pemerintah mempunyai sebuah “Hajatan Besar”.

Seperti kita ketahui kasus dugaan penistaan agama yang telah di lakukan oleh Gubernur DKI – Basuki Tjahaja Purnama – telah membawa dampak yang besar dan berlarut-larut bagi keberlangsungan bangsa dan negara kita tercinta ini. Dengan adanya sidang kasus yang berlarut-larut dan di warnai dengan berbagai macam aksi yang di lakukan oleh sebagian dari umat Islam yang merasa keadilan di negeri ini telah tergadaikan dan hanya menjadi milik dari kapitalis-kapitalis serta pejabat-pejabat yang ada di negeri ini saja.

Ada juga masalah korupsi sekelas “Gajah Bunting” yang masih menjadi “TANDA TANYA BESAR” sampai kapan dan akankah keadilan di negeri ini bisa mengungkapkannya?? Kasus eKTP, BLBI menjadi PR dan tugas berat yang harus sesegera mungkin di selesaikan oleh pemerintahan sekarang ini yang tentu saja mengandalkan peran aktif kinerja KPK. Namun apa daya… justru penyidik KPK mendapatkan intimidasi dan tindakan kriminal dari orang yang belum “diketahui identitasnya”. Semoga segera tertangkap pelakunya dan KPK dapat bekerja seagaimana mestinya dan berhasil menangkap orang-orang yang telah membuat kerugian begitu besarnya di negeri ini.

Subsidi baik dalam hal BBM ataupun tarif listrik sekarang mulai di kurangi, rakyat sudah mulai gerah dengan kebutuhan hidup yang kian hari semakin terasa kian mencekik. Belum lagi menjelang bulan Ramadhan bisa dipastikan bahwa hampir seluruh dari kebutuhan pokok yang ada akan mengalami “pengkoreksian” harga. Semua harga naik tapi justru daya beli sebagian masyarakat mengalami penurunan. Batin sebagian dari rakyat, utamanya rakyat kecil menjerit. Mengharap sebuah kepastian dari pemerintah yang telah di pilihnya karena janji-janji kampanye yang menyejukkan serta menenangkan bagi batin rakyat kecil namun sekarang terasa menghimpit seluruh ruang gerak yang ada serta menguras habis oksigen yang masih tersisa.

Persatuan anak bangsa sekarang terasa begitu kering, bagai dahan kering yang mudah terbakar. Hanya dengan sedikit bahan bakar dan korek api maka tersulutlah kemarahan disana dan disini. Banyak catatan anak muda belasan tahun meninggal karena tawuran antar pelajar, sungguh sangat memprihatinkan. Mengingat masa depan bangsa ini ada dalam genggaman tangan mereka dan kearah mana nantinya mereka akan labuhkan negeri tercinta ini?. Namun disisi lain kita juga patut berbangga, mungkin tetaplah masih banyak anak muda dengan segudang prestasinya yang siap membawa kemajuan dan angin segar bagi tanah air tercinta Indonesia ini.

Pergesekan dengan dalih mengatakan bahwa adanya sebuah gerakan “Islam Radikal” sekarang ini semakin tajam dan meruncing. Toleransi semakin terbelah Gubernur Kalbar mengawalinya dengan menolak kedatangan salah seorang ulama. Akibatnya pada saat beliau berkunjung ke Aceh beliau pun mendapatkan penolakan di sana dan juga di Kalbar sendiri beliaupun di demo dengan keras oleh sebagian umat Islam Melayu yang ada disana. Semoga kedamaian dapat terajut kembali disana….

Pemerintah saat ini sedang mengkaji untuk membubarkan ormas-ormas yang dianggap tidak menjalankan peran positif dan mengambil bagian saat proses pembangunan agar tercapai tujuan nasional. Ormas saat ini yang akan dibubarkan adalah Ormas HTI. Tentu saja tahap pembubaran akan melalui proses peradilan karena ormas Islam HTI adalah ormas berbadan hukum. Kita akan sama-sama menunggu langkah apa yang diambil pemerintah dan langkah apa yang diambil ormas HTI. Semoga langkah ini tidak semakin memperuncing masalah yang sudah ada di negeri ini dan bukan pula hanya sebagai media pengalihan isu untuk menutupi kasus-kasus yang sudah ada sebelumnya.